ABOUT MEDAN

Medan is the fourth largest city in Indonesia after Jakarta, Surabaya, and Bandung. With a population of about 2 million people it is the largest city outside of Java. There is no single ethnic group forming a majority; the largest ethnic groups are the Javanese, Toba-Batak, Minangkabau, Mandailing Batak, Karo Batak and there are many more ethnic minorities.

Each ethnic group contributes to thousands of tasty, mouth-watering dishes found in every corner of Medan. They offer to locals and tourists alike dozens of food streets and hawker centres to suit their appetite at any time of the day. From the sweet Javanese cuisine, to delicious Batak grilled pork, to hot Padang dishes, from savoury Chinese noodles, to spicy Indian curry, this varied cuisine is available 24 hours a day, 7 days a week. It is obvious why the locals are so into food. The city itself is quite well known for “food-tourism”, especially amongst other Indonesians.

Danau Toba Medan

Lokasi tempat wisata alam Medan Danau Toba ini berada pada titik 3.6432819,98.5294014 GPS.

Secara tata Negara, tempat rekreasi di Medan ini berada di Parapat, Sumatera Utara. Danau vulkanis terbesar dan terluas di dunia ini sudah lama menjadi tempat wisata ikonik di Sumatera utara.

Tempat wisata di kota Medan ini sudah lama juga terkenal hingga ke seluruh Dunia. Danau ini terbentuk karena besarnya letusan gunung berapi. Setelah membentuk kawah, kemuadian melalui proses yang lambat laun, terisi air hingga terbentuklah Danau Toba.

Danau di Medan ini mempunyai air berwarna kebiruan yang jernih. Dikelilingi pegunungan yang hijau membuat pemandangan di Danau Toba ini menjadi sangat begitu indah.

Terlebih, yang membuat danau di Sumatera Utara ini unik, adalah terdapatnya sebuah pulau di tengah danau. Yuph, Pulau Samosir namanya. Pulau di tengah Danau Toba ini memiliki luas sekitar 647 kilometer persegi.

Anda dapat melakukan berbagai aktivitas yang menarik di tepi Danau di kota medan ini. Anda dapat berkeliling dengan sepeda, jogging, ataupun melakukan berbagai kegiatan air yang seperti berenang, ataupun menyewa boat untuk berkeliling danau.

Oiya, bagi anda yang berasal dari luar kota Medan,tenang saja, sarana penginapan yang bervariasi sudah tersedia untuk anda.

Pulau Samosir

Medan. Seperti telah disebutkan di atas, Pulau Samosir berada di tengah-tengah Danau Toba, kota Medan Sumatera Utara.

Dua tempat wisata alam itu seakan tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Tinggi pulau samosir ini sekitar 1000 meter DPL. Di Pulau Samosir ini kita dapat belajar dan mengetahui sejarah asli Suku Batak.

Anda dapat dengan mudah menemukan berbagai produk asli dari Suku batak. Dari baju adat, aksesoris, hingga kain adat tradisional suku Batak di jual di pulau ini.

Yang tidak kalah menarik adalah, anda bisa singgah di TukTuk, yaitu titik persinggungan antara Sumatera dan Samosir. Selain itu, cara paling tepat untuk menikmati keindahan dan keunikan dari pulau Samosir adalah dengan menjelajahi perbukitannya. Tentu saja jika anda merasa mampu.

 
 

Pantai Pandan

Medan. Medan, Sumatera Utara ternyata tidak hanya mempunyai banyak danau. Salah satu tempat wisata pantai di Medan adalah Pantai Pandan.

Pantai indah di Sumatera Utara ini memiliki ombak lembut berwarna biru yang bergulung dengan hamparan pasir putih lembut. Koordinat Pantai pandan di kota Medan berada pada titik 1.6784005,98.819468.

Obyek wisata pantai di medan ini sangat indah. Sehingga dijamin akan membuat anda betah berlama-lama tinggal dan memanjakan seluruh indera di tubuh anda. Terlebih, Pantai Pandan juga cocok untuk anda yang suka bermain surfing.

Lumbini

Medan. Lokasi tempat wisata alam Taman Lumbini ini berada di desa Tongkoh, kecamatan Dolat Rakyat, Brastagi, Kabupaten Karo. Karena masih dikelola secara tradisional, untuk masuk ke tempat wisata Taman Lumbini ini tidak dikenakan tiket masuk alias bebas biaya. Bagi anda yang ingin berkunjung, titik koordinatnya adalah 3.1963363,98.5408995.

Tempat wisata alam di Medan ini menawarkan pemandangan Pagoda tertinggi di Indonesia di lereng Gunung Sibayak. Konon, Pagoda ini adalah replica dari pagoda Shwedago yang berada di Myanmar. Pagoda ini mempunyai tinggi sekitar 46,8 meter dengan panjang 69 meter. Terdapat 2.500 patung Budha berwarna kuning emas di pagoda ini.

Pulau Asu

Tempat wisata di Nias paling menarik ini terletak di Nias Barat, pulau Asu sudah sangat terkenal bahkan sampai keluar negeri. Lalu apa yang membuat tempat liburan di Nias ini menjadi primadona para wisatawan? Jawabannya tentu pertama adalah keindahan alam yang di suguhkan sangat menawan, kedua tempatnya yang masih sangat alami, ketiga kelebihan tiada batas dari destinasi wisata di Nias terpopuler ini. Baik suasana yang segar dan ombak tenang sangat cocok bagi anda seorang fishing, diving dan tracking.

 
 
 
 
 
 
 
 

Pantai Lagundri

Tidak ada yang tidak mengenal pulau satu ini, sudah sangat terkenal namanya baik nasional dan internasional. Salah satu tempat wisata di Nias terpopuler ini bisa anda kunjungi di Kab. Nias Selatan dan rasakan sendiri bagaimana indahnya destinasi wisata di Nias satu ini. Terkenal dengan ombaknya yang dahsyat bahkan banyak wisatawan berkata Lagundri adalah tempat wisata di Nias dengan ombak terbaik, tidak heran jika pantai satu ini sering di gunakan untuk mengadakan event atau perlombaan surfing yang diikuti oleh banyak orang, tentu orang asing pun tidak ketinggalan dalam event di pantai Lagundri ini. Tidak hanya kepopulerannya yang mendunia, fasilitas yang di sediakan pun berkelas internasional, jadi tidak perlu ragu akan kurang nyamannya fasilitas.
Pantai Sorake

Tidak mau kalah dengan Lagundri, ada satu pantai lagi yang namanya melambung di perwisataan dunia, pantai Sorake. Pantai ini tidak perlu di ragukan lagi sebagai pantai di Nias paling populer. Dilihat dari seluruh aspek, pantai Sorake terlihat sebagai pantai berkualitas dan berkelas dunia. Bagi anda yang sedang mencari destinasi wisata di Nias, terutama Nias selatan, wajib bagi anda untuk berkunjung ke tempat satu ini. Sorake juga sebagai tempat lain selain Lagundri untuk di adakan event berkelas internasional seperti lomba surfing dunia. Untuk pemandangannya tidak perlu di ragukan lagi.

Tradisi Lompat Batu adalah salah satu tradisi yang berasal dari Nias, Sumatera Utara. Tradisi ini biasanya dilakukan para pemuda dengan cara melompati tumpukan batu setinggi 2 meter dan setebal 40 cm untuk menunjukan bahwa mereka sudah pantas untuk dianggap dewasa secara fisik. Tradisi Lompat Batu ini merupakan salah satu tradisi yang cukup terkenal di Nias. Selain ditampilkan sebagai acara adat, Tradisi Lompat Batu ini juga bisa menjadi pertunjukan yang menarik, khususnya bagi para wisatawan yang datang ke sana.

Sejarah Tradisi Lompat Batu

Tradisi Lompat Batu ini sudah dilakukan sejak dahulu kala. Menurut sejarahnya, Tradisi Lompat Batu ini muncul karena kebiasaan masyarakat saat perang suku yang pernah terjadi di Nias. Konon pada saat itu, setiap kampung yang berperang mempunyai bentengnya masing-masing untuk menjaga wilayah mereka. Sehingga untuk menyerang, dibutuhkan kekuatan khusus untuk melompati benteng tersebut. Mereka kemudian membuat tumpukan batu yang digunakan untuk melatih fisik mereka, terutama ketangkasan dalam melompat.

Seiring dengan berakhirnya perang tersebut, lompat batu ini masih dilakukan oleh masyarakat di sana hingga menjadi suatu tradisi. Tradisi ini kemudian berkembang menjadi ritual atau media bagi para pemuda untuk menunjukan bahwa dia sudah dewasa. Namun perlu diketahui, bahwa tradisi ini tidak dilakukan semua masyarakat Nias, dan hanya dilakukan oleh kampung-kampung tertentu saja. Walaupun begitu, karena keunikannya Tradisi Lompat Batu ini mulai dikenal masyarakat luas dan menjadi symbol budaya bagi masyarakat Nias.

Cullinary

Shopping